Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) telah menghadirkan transformasi besar dalam dunia pendidikan tinggi. Teknologi ini membuka peluang efisiensi luar biasa, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, hingga manajemen akademik. Namun, di balik manfaat tersebut, muncul pula tantangan serius seperti menurunnya kemampuan berpikir kritis, isu integritas akademik, serta fenomena “halusinasi” AI yang menuntut kebijakan kampus lebih adaptif dan berlandaskan etika.
Untuk mengupas isu tersebut, Nursing Training Center (NTC) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menggelar Webinar Internasional bertema “Impact of Artificial Intelligence (AI) in Higher Education” pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung secara hibrida di Gedung Pascasarjana FIK UI, Depok, serta melalui Zoom Meetings, dengan partisipasi lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pengelola perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa.
AI dinilai telah mengubah wajah pendidikan tinggi secara mendasar. Peran dosen tidak lagi sebatas sumber utama pengetahuan, melainkan dituntut menjadi fasilitator yang membimbing mahasiswa agar mampu menggunakan teknologi ini secara bijak. “Dosen harus bertransformasi menjadi pendamping yang mengarahkan mahasiswa dalam memanfaatkan AI dengan tepat,” ujar Dr. Masfuri, Wakil Dekan Bidang II FIK UI dalam sambutannya.
Meski pemanfaatan AI diyakini dapat memperkuat proses belajar, ketergantungan berlebihan justru berisiko melemahkan keterampilan analitis dan kritis mahasiswa.
Webinar ini menghadirkan dua pakar internasional. Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, membawakan materi AI Governance in Higher Education yang menekankan pentingnya regulasi serta tata kelola internal kampus agar penggunaan AI tetap sejalan dengan nilai etika akademik. Sementara itu, Prof. José Luis Llopis dari Universidad Complutense de Madrid, Spanyol, menyampaikan topik AI and the Transformation of Higher Education, memberikan perspektif global tentang bagaimana universitas di berbagai negara merespons disrupsi digital demi menjaga esensi pendidikan.
Melalui forum ini, NTC FIK UI berharap sivitas akademika dapat merumuskan strategi yang tepat sehingga integrasi AI di kampus mampu mendorong kemajuan tanpa mengorbankan kejujuran, kualitas, dan mutu pendidikan tinggi.
